Uploaded on May 9, 2023
tentang obatan
4-25
6 Hubungan Asetaminofen yang Perlu Kamu Kenali
Beberapa hubungan kemungkinan enteng, tapi juga bisa serius
Asetaminofen atau parasetamol (merk dagang Panadol, Sanmol, Paramol,
Sanmol, dan sebagainya) adalah obat ngilu yang umum dipakai. Selainnya
menyembuhkan ngilu enteng, obat ini bisa juga menolong turunkan demam.
aladdin138 situs slot online no1 dan terpercaya di indonesia, join buktikan ,
cuan dan rasakan.
Meskipun asetaminofen dipasarkan bebas, tapi hubungan obat masih tetap bisa
bisa saja. Beberapa reaksi asetaminofen kemungkinan enteng, tapi beberapa
dapat serius dan kemungkinan membuat seorang perlu menghindar dari
asetaminofen sama sekalipun.
Berikut ialah beberapa hubungan aseteminofen yang penting kita kenali supaya
kamu arif dalam memakai obat ini.
1. Obat yang lain memiliki kandungan asetaminofen
Asetaminofen ialah bahan umum dalam beberapa obat yang dipasarkan bebas,
termasuk banyak obat gabungan. Misalkan beberapa obat pilek
memiliki kandungan asetaminofen antara kandungan yang lain. Disamping itu,
beberapa obat ngilu memiliki kandungan asetaminofen.
Karena asetaminofen ada pada banyak sekali produk obat yang dipasarkan,
kemungkinan susah untuk pastikan kamu tidak mengkonsumsinya kebanyakan.
Konsumsi asetaminofen dengan jumlah besar bisa tingkatkan resiko kerusakan
hati. Ini bisa mengakibatkan overdosis asetaminofen.
Efek enteng dari overdosis kemungkinan termasuk mual, muntah, atau sembelit.
Dalam kasus kronis, overdosis asetaminofen bisa mengakibatkan kerusakan hati
dan ginjal, ketidaktahuan, serta kematian.
Jumlah maksimal asetaminofen yang aman untuk banyak orang dewasa ialah
4.000 mg setiap hari. Namun, jika kamu konsumsi asetaminofen lebih dari 7
hari beruntun, jumlah optimal 3.250 mg setiap hari kemungkinan
semakin aman. Pada beberapa keadaan, seperti ke orang dengan kisah
permasalahan hati, jumlah asetaminofen yang semakin lebih rendah ialah yang
terbaik.
Untuk menghindar dari kebanyakan konsumsi asetaminofen, selalu baca cap
obat. Jika tidak percaya apa sesuatu obat memiliki kandungan asetaminofen,
bahas dengan apoteker atau dokter.
2. Alkohol
Dampak alkohol dapat dirasa nyaris tiap organ, termasuk otak, jantung, dan
ginjal. Pemakaian alkohol yang terlalu berlebih bisa mengakibatkan kerusakan
hati. Demikian juga, kebanyakan asetaminofen bisa mengakibatkan kerusakan
hati.
Alkohol dan asetaminofen dengan jumlah yang aman umumnya tidak
menghancurkan hati. Bila kamu peminum alkohol, disarankan untuk batasi
minuman mengandung alkohol jadi satu gelas setiap hari untuk wanita dan
dua gelas setiap hari pada lelaki.
Walaupun berdasar laporan dalam Journal of Clinical and Translational
Hepatology tahun 2016 kadang-kadang minum alkohol sekalian konsumsi
asetaminofen kemungkinan baik saja, tapi bahas sama dokter jika kamu minum
alkohol di atas jumlah yang dianjurkan.
Hubungan di antara asetaminofen dan alkohol jadi lebih beresiko bila kamu
konsumsi salah satunya zat itu kebanyakan. Untuk menghambat kerusakan hati,
upayakan untuk konsumsi asetaminofen sesedikit kemungkinan, dan pastikan
untuk kurangi atau batasi konsumsi alkohol.
3. Warfarin
Warfarin ialah antikoagulan oral. Ini ialah obat yang dipakai untuk menghambat
dan menyembuhkan pembekuan darah. Pembekuan darah yang tidak normal
bisa mengakibatkan stroke atau penyakit serangan jantung.
Dikutip Pharmacy Times, asetaminofen bisa perkuat dampak warfarin, yang
bisa tingkatkan resiko efek seperti pendarahan. Jika kamu sedang memakai
warfarin, dokter akan mengecek test darah yang disebutkan international
normalized ratio (INR) dengan periodik.
INR ialah test yang mengecek berapa baik darah bisa menggumpal.
Asetaminofen bisa tingkatkan INR . Maka, INR perlu dicheck seringkali jika
kamu konsumsi warfarin dan asetaminofen dengan bersama.
4. Obat yang tingkatkan kandungan asetaminofen
Beberapa obat bisa mempengaruhi langkah badan memetabolisme
asetaminofen. Berdasar laporan dalam American Journal of Gastroenterology
tahun 2013, beberapa obat ini bisa mengakibatkan kandungan asetaminofen
yang semakin lebih tinggi. Ini membuat efek memungkinkan terjadi,
sama seperti yang disampaikan dalam jurnal Pharmacotherapy tahun 2000.
Contoh obat yang bisa tingkatkan resiko efek asetaminofen diantaranya
fenobarbital, fenitoin, dan karbamazepin.
Beberapa obat itu bisa membuat kerusakan hati karena asetaminofen
memungkinkan terjadi.
Sesaat akan memakai asetaminofen, bahas sama dokter atau apoteker untuk
ketahui apa kamu meminum obat yang bisa berhubungan dengan aseteminofen.
Mereka bisa juga memberitahu jika kamu membutuhkan jumlah asetaminofen
yang semakin lebih rendah atau harus menghindar darinya sama sekalipun.
5. Isoniazid
Isoniazid ialah obat yang menyembuhkan dan menghambat tuberkulosis.
Berdasar laporan dalam jurnal Pharmacogenetics and Genomics tahun 2015,
obat ini membuat beberapa enzim (protein) yang memetabolisme asetaminofen
lebih aktif. Ini bisa mengakibatkan asetaminofen untuk dimetabolisme jadi
bahan kimia beracun. Dan ini tingkatkan resiko kerusakan hati.
Bila kamu konsumsi isoniazid, bahas sama dokter saat sebelum konsumsi
asetaminofen. Dokter kemungkinan ingin kamu menghindar dari asetaminofen
seutuhnya. Dokter bisa merekomendasikan penurun ngilu yang dipasarkan
bebas lain bila kamu memerlukan penurun ngilu.
6. Vaksin saat kecil
Vaksin bekerja dengan mengakibatkan tanggapan kebal pada virus atau bakteri
pemicu penyakit tertentu saat sebelum badan kita bersinggungan dengannya. Ini
ialah langkah membuat perlindungan diri dari infeksi dan penyakit serius.
Beberapa riset menanyakan apa konsumsi asetaminofen saat sebelum
memperoleh vaksin saat kanak-kanak bisa turunkan tanggapan kebal. Ini bisa
membuat vaksin jadi kurang efisien.
Namun, riset dalam jurnal Vaccine tahun 2013 memperlihatkan jika
asetaminofen tidak mempengaruhi keefektifan vaksin. Asetaminofen dan
penurun ngilu yang lain untuk beberapa waktu bisa turunkan tanggapan imun
saat diberi saat sebelum beberapa vaksin. Namun, dampak ini tidak berpengaruh
berarti pada berapa baik vaksin bekerja. Tetapi, biasanya dianjurkan untuk
menghindar dari pemberian asetaminofen saat sebelum vaksin anak. Ini berlaku
untuk penurun demam yang lain, seperti ibuprofen.
Bila anak konsumsi asetaminofen dengan teratur, bahas sama dokter mengenai
apa kamu harus menghindar dari pemberian asetaminofen saat sebelum vaksin
selanjutnya. Dokter mungkin merekomendasikan untuk meneruskannya bila
faedahnya semakin lebih besar dibanding kekuatan resikonya.
Asetaminophen dapat berhubungan dengan beberapa obat dan zat yang
dipasarkan bebas. Misalkan, konsumsi asetaminofen lewat produk gabungan
yang memiliki kandungan asetaminofen yang dipasarkan bebas yang lain bisa
mengakibatkan overdosis dan kerusakan hati. Kerusakan hati bisa terjadi bila
konsumsi kebanyakan asetaminofen dengan alkohol dengan jumlah besar.
Asetaminofen bisa berhubungan dengan beberapa obat resep seperti warfarin,
obat kejang, dan isoniazid. Bahas sama dokter saat sebelum berikan
asetaminofen saat sebelum anak memperoleh vaksinasi.
Saat sebelum konsumsi asetaminofen, tanya ke dokter atau apoteker untuk
skrining hubungan asetaminofen. Ini harus meliputi semua obat resep atau obat
yang dipasarkan bebas. Seharusnya beritahu dokter bila kamu minum alkohol
dan berapa banyak kamu minum.
aladdin138 situs slot online no1 dan terpercaya di indonesia, join buktikan ,
cuan dan rasakan.
Comments