4-25


Narutongujumaki1077

Uploaded on May 9, 2023

tentang obatan

Comments

                     

4-25

6 Hubungan Asetaminofen yang Perlu Kamu Kenali Beberapa hubungan kemungkinan enteng, tapi juga bisa serius Asetaminofen atau parasetamol (merk dagang Panadol, Sanmol, Paramol, Sanmol, dan sebagainya) adalah obat ngilu yang umum dipakai. Selainnya menyembuhkan ngilu enteng, obat ini bisa juga menolong turunkan demam. aladdin138 situs slot online no1 dan terpercaya di indonesia, join buktikan , cuan dan rasakan. Meskipun asetaminofen dipasarkan bebas, tapi hubungan obat masih tetap bisa bisa saja. Beberapa reaksi asetaminofen kemungkinan enteng, tapi beberapa dapat serius dan kemungkinan membuat seorang perlu menghindar dari asetaminofen sama sekalipun. Berikut ialah beberapa hubungan aseteminofen yang penting kita kenali supaya kamu arif dalam memakai obat ini. 1. Obat yang lain memiliki kandungan asetaminofen Asetaminofen ialah bahan umum dalam beberapa obat yang dipasarkan bebas, termasuk banyak obat gabungan. Misalkan beberapa obat pilek memiliki kandungan asetaminofen antara kandungan yang lain. Disamping itu, beberapa obat ngilu memiliki kandungan asetaminofen. Karena asetaminofen ada pada banyak sekali produk obat yang dipasarkan, kemungkinan susah untuk pastikan kamu tidak mengkonsumsinya kebanyakan. Konsumsi asetaminofen dengan jumlah besar bisa tingkatkan resiko kerusakan hati. Ini bisa mengakibatkan overdosis asetaminofen. Efek enteng dari overdosis kemungkinan termasuk mual, muntah, atau sembelit. Dalam kasus kronis, overdosis asetaminofen bisa mengakibatkan kerusakan hati dan ginjal, ketidaktahuan, serta kematian. Jumlah maksimal asetaminofen yang aman untuk banyak orang dewasa ialah 4.000 mg setiap hari. Namun, jika kamu konsumsi asetaminofen lebih dari 7 hari beruntun, jumlah optimal 3.250 mg setiap hari kemungkinan semakin aman. Pada beberapa keadaan, seperti ke orang dengan kisah permasalahan hati, jumlah asetaminofen yang semakin lebih rendah ialah yang terbaik. Untuk menghindar dari kebanyakan konsumsi asetaminofen, selalu baca cap obat. Jika tidak percaya apa sesuatu obat memiliki kandungan asetaminofen, bahas dengan apoteker atau dokter. 2. Alkohol Dampak alkohol dapat dirasa nyaris tiap organ, termasuk otak, jantung, dan ginjal. Pemakaian alkohol yang terlalu berlebih bisa mengakibatkan kerusakan hati. Demikian juga, kebanyakan asetaminofen bisa mengakibatkan kerusakan hati. Alkohol dan asetaminofen dengan jumlah yang aman umumnya tidak menghancurkan hati. Bila kamu peminum alkohol, disarankan untuk batasi minuman mengandung alkohol jadi satu gelas setiap hari untuk wanita dan dua gelas setiap hari pada lelaki. Walaupun berdasar laporan dalam Journal of Clinical and Translational Hepatology tahun 2016 kadang-kadang minum alkohol sekalian konsumsi asetaminofen kemungkinan baik saja, tapi bahas sama dokter jika kamu minum alkohol di atas jumlah yang dianjurkan. Hubungan di antara asetaminofen dan alkohol jadi lebih beresiko bila kamu konsumsi salah satunya zat itu kebanyakan. Untuk menghambat kerusakan hati, upayakan untuk konsumsi asetaminofen sesedikit kemungkinan, dan pastikan untuk kurangi atau batasi konsumsi alkohol. 3. Warfarin Warfarin ialah antikoagulan oral. Ini ialah obat yang dipakai untuk menghambat dan menyembuhkan pembekuan darah. Pembekuan darah yang tidak normal bisa mengakibatkan stroke atau penyakit serangan jantung. Dikutip Pharmacy Times, asetaminofen bisa perkuat dampak warfarin, yang bisa tingkatkan resiko efek seperti pendarahan. Jika kamu sedang memakai warfarin, dokter akan mengecek test darah yang disebutkan international normalized ratio (INR) dengan periodik. INR ialah test yang mengecek berapa baik darah bisa menggumpal. Asetaminofen bisa tingkatkan INR . Maka, INR perlu dicheck seringkali jika kamu konsumsi warfarin dan asetaminofen dengan bersama. 4. Obat yang tingkatkan kandungan asetaminofen Beberapa obat bisa mempengaruhi langkah badan memetabolisme asetaminofen. Berdasar laporan dalam American Journal of Gastroenterology tahun 2013, beberapa obat ini bisa mengakibatkan kandungan asetaminofen yang semakin lebih tinggi. Ini membuat efek memungkinkan terjadi, sama seperti yang disampaikan dalam jurnal Pharmacotherapy tahun 2000. Contoh obat yang bisa tingkatkan resiko efek asetaminofen diantaranya fenobarbital, fenitoin, dan karbamazepin. Beberapa obat itu bisa membuat kerusakan hati karena asetaminofen memungkinkan terjadi. Sesaat akan memakai asetaminofen, bahas sama dokter atau apoteker untuk ketahui apa kamu meminum obat yang bisa berhubungan dengan aseteminofen. Mereka bisa juga memberitahu jika kamu membutuhkan jumlah asetaminofen yang semakin lebih rendah atau harus menghindar darinya sama sekalipun. 5. Isoniazid Isoniazid ialah obat yang menyembuhkan dan menghambat tuberkulosis. Berdasar laporan dalam jurnal Pharmacogenetics and Genomics tahun 2015, obat ini membuat beberapa enzim (protein) yang memetabolisme asetaminofen lebih aktif. Ini bisa mengakibatkan asetaminofen untuk dimetabolisme jadi bahan kimia beracun. Dan ini tingkatkan resiko kerusakan hati. Bila kamu konsumsi isoniazid, bahas sama dokter saat sebelum konsumsi asetaminofen. Dokter kemungkinan ingin kamu menghindar dari asetaminofen seutuhnya. Dokter bisa merekomendasikan penurun ngilu yang dipasarkan bebas lain bila kamu memerlukan penurun ngilu. 6. Vaksin saat kecil Vaksin bekerja dengan mengakibatkan tanggapan kebal pada virus atau bakteri pemicu penyakit tertentu saat sebelum badan kita bersinggungan dengannya. Ini ialah langkah membuat perlindungan diri dari infeksi dan penyakit serius. Beberapa riset menanyakan apa konsumsi asetaminofen saat sebelum memperoleh vaksin saat kanak-kanak bisa turunkan tanggapan kebal. Ini bisa membuat vaksin jadi kurang efisien. Namun, riset dalam jurnal Vaccine tahun 2013 memperlihatkan jika asetaminofen tidak mempengaruhi keefektifan vaksin. Asetaminofen dan penurun ngilu yang lain untuk beberapa waktu bisa turunkan tanggapan imun saat diberi saat sebelum beberapa vaksin. Namun, dampak ini tidak berpengaruh berarti pada berapa baik vaksin bekerja. Tetapi, biasanya dianjurkan untuk menghindar dari pemberian asetaminofen saat sebelum vaksin anak. Ini berlaku untuk penurun demam yang lain, seperti ibuprofen. Bila anak konsumsi asetaminofen dengan teratur, bahas sama dokter mengenai apa kamu harus menghindar dari pemberian asetaminofen saat sebelum vaksin selanjutnya. Dokter mungkin merekomendasikan untuk meneruskannya bila faedahnya semakin lebih besar dibanding kekuatan resikonya. Asetaminophen dapat berhubungan dengan beberapa obat dan zat yang dipasarkan bebas. Misalkan, konsumsi asetaminofen lewat produk gabungan yang memiliki kandungan asetaminofen yang dipasarkan bebas yang lain bisa mengakibatkan overdosis dan kerusakan hati. Kerusakan hati bisa terjadi bila konsumsi kebanyakan asetaminofen dengan alkohol dengan jumlah besar. Asetaminofen bisa berhubungan dengan beberapa obat resep seperti warfarin, obat kejang, dan isoniazid. Bahas sama dokter saat sebelum berikan asetaminofen saat sebelum anak memperoleh vaksinasi. Saat sebelum konsumsi asetaminofen, tanya ke dokter atau apoteker untuk skrining hubungan asetaminofen. Ini harus meliputi semua obat resep atau obat yang dipasarkan bebas. Seharusnya beritahu dokter bila kamu minum alkohol dan berapa banyak kamu minum. aladdin138 situs slot online no1 dan terpercaya di indonesia, join buktikan , cuan dan rasakan.