Uploaded on Apr 14, 2023
Yunani Kuno/Riwayat/Romawi Kuno
Yunani Kuno/Riwayat/Romawi Kuno
MANTAP168 Bangsa Romawi ialah warga kota Roma. Kota Roma diawali dari
perkampungan kecil di bukit-bukit Palatine dan Aventine. Dikisahkan jika Romulus
ialah raja pertama Roma, dan pendirian Roma secara tradisionil terjadi pada 753
SM. Menurut legenda, Romulus sebagai turunan pahlawan Troya, Aineias, yang
lakukan migrasi ke Latium (Italia) sesudah keruntuhan Troya.
Kerajaan Romawi dipegang oleh tujuh raja. Raja ke-7 nya dikudeta dan
masyarakat Romawi menggantinya dengan mekanisme pemerintah republik pada
510 SM, hingga Kerajaan Romawi beralih menjadi Republik Romawi. Pada periode
kerajaan, tiga raja paling akhir Romawi asal dari bangsa Etruria (Toscana
kekinian). Pada waku itu, bangsa Etruria ialah beberapa orang yang terkuat dan
punya pengaruh. Bangsa Etruria mengajarkan bangsa Romawi meningkatkan
tulisan, pengetahuan tentu, arsitektur, seni, dan agama.
Romawi memenangi rangkaian perang menantang lawan atau sekutunya sendiri
di wilayah Latium. Pada era ke-3 SM, Romawi sukses menaklukan mayoritas
semenanjung Italia. Taras (nantinya Tartentum) minta Pirrhos dari Epiros untuk
melepaskan beberapa kota Yunani di Italia yang terkuasai oleh Romawi. Pirrhos
memenangi beberapa pertarungan (281-275 SM), tetapi kehilangan banyak
pasukan. Karena itu, Pirrhos sebelumnya pernah berbicara, "bila satu kali lagi kita
menang, kita tetap dihancurkan oleh Romawi". Sampai sekarang, pernyataan
"Kemasyhuran Pirrhos" diucap untuk mengatakan sesuatu kemenangan dengan
pengorbanan yang lebih besar.
Pada akhirannya, Romawi menaklukkan Yunani pada Pertarungan Beneventum
(275 SM), dan Pirrhos harus pergi dari Italia.
Di saat kampanye militer Pirrhos di Italia dan Sisilia, Kartaghe sebagai sekutu
Romawi, karena Pirrhos serang kota Kartaghe di Sisilia. Tapi, di masa datang
Romawi berminat untuk kuasai Spanyol dan kepulauan Sardinia dan Korsika, yang
waktu itu dikontrol oleh Kartaghe. Karena itu Kartaghe juga berkonfrontasi
menantang Romawi dan terjadilan Perang Punik Pertama (264-241 SM).
Pada akhirannya Kartaghe harus terpaksa menyepakati kesepakatan dari Romawi.
Yang terpopuler ialah Perang Punik Ke-2 (218-201 SM) saat Kartaghe dipegang
oleh jenderal Hannibal Barca. Dengan bawa pasukan besar dari Kartaghe,
Hannibal menginvasi Italia dan menaklukkan banyak legion Romawi. Hannibal
memakai taktik gempuran surprise dan memenangi pertarungan di Sungai Trebia
(218 SM) dan di Danau Trasimene (217 SM). Pada Pertarungan Cannae, Hannibal
kembali memperlihatkan kehebatannya. Sementara Hannibal pimpin pasukan
intinya untuk meredam pasukan Romawi, tersisa pasukannya melingkari pasukan
Romawi dan menggunting jalan keluar mereka. Pasukan Romawi lalu dihajar baik
dari belakang atau dari ke-2 sayap. Semua konsul dan dua bekas konsul Romawi
terbunuh dalam pertarungan itu.
Pertarungan Zama.
Romawi alami rugi yang luar biasa tetapi mereka tidak berserah pada Hannibal.
Romawi lalu menunjuk salah satunya jenderalnya, Quintus Fabius Maximus
Kunktator, sebagai diktator. Taktik Fabius cukuplah sederhana: turuti dan
kacaukan pasukan Hannibal, tetapi tidak boleh kerjakan pertarungan terbuka. Ini
ialah tipe perang gerilya. Di saat yang serupa, Romawi mengirimi pasukan yang
dipegang oleh Scipio bersaudara untuk serang pangkalan Kartaghe di Spanyol,
tetapi mereka terbunuh pada 211 SM. Scipio lain (anak dari salah satunya Scipio
yang terbunuh, nantinya dikenali sebagai Scipio Afrikanus) pimpin gempuran
susulan dan sukses kuasai Karthage Nova (Karthage baru) di Spanyol. Ia sukses
menaklukkan dan menyingkirkan Hasdrubal Barca (adik Hannibal) dari Spanyol.
Hasdrubal usaha tergabung dengan kakaknya di Italia, tetapi upayanya
dihentikan. Hasdrubal ditaklukkan pada Pertarungan Metaurus (207 SM). Dengan
perginya Kartaghe dari Spanyol, Scipio mengubah perhatiannya ke pusat
pemerintah Kartagahe, yakni di Afrika. Hannibal tidak punyai opsi selainnya
tinggalkan Italia dan kembali lagi ke Kartaghe.
Sebuah pertarungan besar terjadi di Zama pada 202 SM. Hannibal dan Scipio
tidak pernah berperang awalnya, tetapi Scipio sudah pelajari strategi dan taktik
Hannibal. Ini kali, pasukan kavaleri Romawi banyaknya semakin banyak, dan
Scipio memakai sistem pengepungan punya Hannibal. Scipio mengirim pasukan
kavalerinya untuk serang pasukan Hannibal dari belakang. Pada akhirannya,
Kartaghe kembali lagi harus menyepakati kesepakatan damai hasil buatan
Romawi.
Tapi, perdamaian dengan Kartaghe tidak hentikan Romawi untuk cari wilayah
jajahan baru di luar Italia. Di saat kampanye militer Kartaghe di Italia, Filipos V
(Philip V) dari Makedonia turut menolong Kartaghe. Mengakibatkan Romawi juga
serang Makedonia. Filipos V ditaklukkan pada pertarungan di Kinosefalai (197
SM). Sekutu Filipos, Antioklos dari Suriah dan Asia Minor, ikut juga terserang dan
ditaklukkan. Di masa datang, Romawi kembali berperang menantang Makedonia,
ini kali Makedonia dipegang oleh putra Filipos V, yakni Perseus. Makedonia
ditaklukkan pada pertarungan di Pidna (168 SM) dan Makedonia juga jadi wilayah
jajahan Romawi.
Dalam pada itu Kartaghe di Afrika dan Korintus di Yunani bangun menantang
Romawi. Tetapi Romawi sanggup menaklukkan mereka. Pada 146 SM, Romawi
membakar habis kota Kartaghe dan Korintus. Romawi jual semua warga Korinthos
sebagai budak dan ambil semua benda seni mereka. Dengan begitu, Afrika dan
Yunani juga jadi wilayah kekuasaan Romawi.
Comments